logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Bertemu Pocong dan Kuntilanak

Waktu itu sekitar pukul 11.00 waktu itu saya dan si udin baru saja pulang kerja malam itu saya pulang

kemalaman, berhubung saya dan si udin tidak punya kendaraan jadi saya berdua berjalan kaki melalui

jalan pintas, di jalan pintas itu tampak sepi, ya mungkin karena sudah larut malam dan mungkin juga

karena jalan itu tampak gelap tidak ada penerangan sama sekali.

Di sisi kanan jalan ada sungai yang memanjang dan di sisi kanan ada pepohonan yang rimbun dan

juga tidak jauh dari sana terdapat pemakaman yang lumayan angker, malam semakin sunyi dan udara

di sanapun semakin dingin.

Aku dan si udin terus saja berjalan dan tidak lama pun aku baru sampai dekat pemakaman angker itu,

samar-samar aku mendengar suara tangisan perempuan dan lama-lama suara tangisan itu semakin

keras jalan ku pun menjadi terhenti aku bertanya pada si udin yang berada di dekatku.

"din kamu denger gak ada suara tangisan perempuan".

"Lah jangan nakut-nakutin dong", kata si udin sambil memegang tanganku

"udin, aku gak nakut-nakutin kamu, coba kamu denger sendiri".

Dan tiba-tiba mataku dan mata si udin tertuju pada pohon yang ada di kuburan. Dan ternyata di

pohon itu ada sesosok berwarna putih. Karena penasaran aku pun menyorotnya dengan senter yang

dari tadi belum tdi aku nyalakan, dan alangkah terperanjatnya aku saat melihat ternyata sosok putih

itu adalah kuntilanak yang sedang menangis berwajah hancur dan di matanya pun terdapat banyak

belatung, aku dan si udin cepat berlari dengan sekuat tenaga.


kuntilanak yang tadinya menangis kini mengeluarkan tawa yang menyeramkan. Semakin lama aku

berlari akhirnya aku sudah berada jauh dari tempat kuntilanak itu, aku dan si udin sangat lelah.

lari ku pun berhenti ketika melihat di hutan bambu ada asap putih lama-lama asap putih pun berubah

menjadi pocong yang menyeramkan. Aku dan si udin sangat ketakutan dan kembali berlari tidak

sengaja aku menoleh kebelakang dan ternyata pocong itu terbang dan sedang mengejar kami...

Akhirnya aku serta si udin sampai di rumahku dan si udin menginap di rumahku karena dia tidak

berani pulang sendiri ke rumahnya. Sejak kejadian itu aku tidak berani lagi pulang melalui jalan itu.

(Pengirim cerita : Adi Soepandi)
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG