logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Matiin TV!




“aku janji mas ini ngepet kita yang terakhir” kata istri kepada suaminya yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran. Terlihat muka sang suami tidak begitu senang dengan ajakan sang istri. Dia setengah hati menjalankan bisnis haram: mencari uang dengan cara mistis. Tapi dengan senyum simpulnya Tomy Kurniawan yang berperan sebagai sang suami mengangguk pelan. Kemudian ngepetlah mereka..

Sungguh suami-istri yang ngepet. Mungkin pesan moral yang mau disampaikan adalah jadilah suami yang tegas, jangan mau kalau istri ngajak ngepet.


Itu adalah salah satu scene dari sinema siang yang kebetulan gue lihat pas lagi scanning channel. Yah, gue juga nggak sengaja lihatnya. Gue lupa judulnya apaan yang jelas secaraa garis besar kedua pasangan itu sedang terjerumus dalam lubang hitam dunia perngepetan. Tomy Kurniawan mauan ajah jadi tukang ngepet. Gitu amat cari duit yah. Demi anak-istri.

Pasangan suami istri tadi mengalami kesuliatan dalam hal keuangan. Makanya mereka ngepet. Padahal jalan yang halal lebih enak, banyak dan nikmat. Ironis. Di dalam kenyataannnya juga ada kayak gitu. True storynya ada. Tapi tentunya bukan gue yang ngepet. Gue mah jaga lilin.

Ngomong-ngomong, tahu ngepet kan? kalau yang belum tahu apa itu ngepet. Baiklah demi kebaikan kita bersama maka akan gue kasih tahu apa ngepet itu sebenarnya.

Ngepet adalah salah satu jenis pekerjaan yang menghasilkan uang secara gaib dengan menjadi BABI. Kenapa mesti BABI? Gue juga kurang paham, lebih lanjut mending tanyain ajah langsung sama Asosiasi Ngepeters Indonesia. Kenapa juga pas nulis BABI, pakek huruf kapital. Nggak papa sih, biar ada feelnya ajah kalau dibaca. Gregetan gituh.

Seperti itu lah kurang lebih ngepet menurut pandang umum dan seperti itulah acara tipi kita. Ketika sinetron di stasiun televisi lain nggak selesai-selesai dan nggak tayang di siang hari maka dibuat lah cinema atau sama mungkin jenisnya kayak FTV. Yang kualitasnya hampir sama dan serupa. Secara grafis, isi cerita dan nilai dari ceritanya: kurang mendidik. Dari hari ke hari kalau diperhatiin acara televisi di indonesia semakin nggak ada yang bagus, terutama dari segi nilai pendidikannya. Mungkin ada tapi jumlahnya mengkhawatirkan.

Sebenarnya acara tipi macam apa yang kita inginkan?

Gue sendiri yang kalau nonton tipi selalu kritis misal ada acara yang nggak enak dengan cara mematikan tipinya, pengen acara yang mendidik dan mencerminkan budaya orang indonesia. Gue juga pengen acara yang mengandung banyak informasi yang bermanfaat dan pengetahuan untuk masyarkat indonesia. Memang ada acara tipi semacam itu tapi seperti yang gue katakana sebelumnya, jumlahnya sedikit.

Kita berharap banyak kepada pertelevisian indonesia untuk menayangakn/menyiarkan tayangan yang baik dan juga supaya menyajikan tayangan yang berkualitas. Tapi lagi-lagi kita harus gigit jari karena rating adalah prioritas utama untuk pertelivisian di indonesia, sekalipun acaranya nggak jelas, tidak berkualitas, dan tidak mendidik kalau ratingnya naik, ya,  masabodo.

Tapi kan yang bikin rating naik toh masyarakat kita juga?

Memang demikian. Makanya antara masyarkat yang perduli (yang pengen acara tipi bagus, mendidik dan semacamnya) dengan yang nggak perduli itu lebih banyak yang nggak perduli. Bagi sebagian orang menonton tipi adalah hiburan maka tidak heran kalau yang ditampilkan di tipi pun, ya, hiburan. Nggak lebih. Nggak ada nilai-nilai yang bisa kita ambil.

Lagian misalkan kita mau sesuatu yang mendidik, yang bikin cerdas, yang bikin nambah pengetahuan, ya, jangan nonton tipi. Masksud gue referensinya jangan dari tipi. Tapi baca buku. Iya, mari kita membaca buku. Ketika dari tipi kita nggak mendapatkan sesuatu yang mendidik dan semacamnya mending matiin ajah tipinya dan mulai membaca buku.

Gimana kalau ketinggalan berita?

Media informasi bukan hanya tayangan berita atau media visual. Media cetak juga adalah salah satu media informasi yang bisa kita jadikan referensi. Dengan baca koran gue rasa kita nggak bakal ketinggalan berita. Apalagi sekarang zaman serba internet, media online credible banyak, tinggal kitanya ajah: mau baca apa nggak.

Lucunya kita selalu menuntut tayangan atau acara tipi yang mendidik dan berkualitas. Tapi ketika ada acara yang nggak mendidik dan berkualitas tetap kita tonton. Toh kalau misalnya kita nggak nonton tipi kita nggak banyak nuntut untuk nayangin acara yang bagus.  Kita juga udah sama-sama tahu kalau televisi udah jadi alat propaganda. Hak penonton dan hak pemilik itu beda. Lebih besar har pemilik dan para kroni-kroninya.



Sementara yang kita lakukan terus-terusan nonton tipi. Setiap hari ngomel-ngomel acaranya nggak ada yang bagus. Bukannya dimatiin malah dimaki-maki, kadang malah ditonton sampe habis. Daripada buang-buang tenaga mending kita membaca. 


Mulai lah mengurangi menonton tipi dan perbanyak membaca.


Turn of your TV and knowledge yourself.


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG