logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Kamis, 23 Juli

Kamis, 23 Juli


Tangisan Yunus


Yunus 4:1-11 menegaskan bahwa hambatan terbesar bagi Allah untuk menjadikan nabi-Nya terlibat dalam misi kepada dunia bukanlah jarak, angin, para pelaut, ikan besar, atau penduduk Niniwe. Hambatan itu adalah nabi itu sendiri. Iman orang Niniwe berlawanan dengan ketidakpercayaan, dan roh balas dendam Yunus. Yunus adalah satu-satunya orang di dalam Alkitab yang menuduh Allah karena pemurah, berbelaskasihan, lambat marah, berlimpah kasih, dan yang melunak dari rencana mengirimkan bencana. Seseorang akan berpikir bahwa kebanyakan orang akan memandang cara pandang Allah ini dengan penuh syukur.

“Ketika Yunus mengetahui rencana Allah menyelamatkan kota itu walaupun kota itu jahat, tetapi telah dituntun untuk bertobat dengan memakai kain kabung dan abu, maka seharusnya dialah yang pertama-tama bersuka oleh sebab rahmat Allah yang ajaib; tetapi sebaliknya ia membiarkan pikirannya membayangkan kemungkinan bahwa ia akan dianggap sebagai seorang nabi palsu. Merasa cemburu demi nama baiknya, ia kehilangan pandangan terhadap nilai jiwa lebih besar yang tidak terbatas yang berada di kota yang jahat itu. Kebaikan hati yang ditunjukkan Allah terhadap orang-orang Niniwe yang bertobat itu’sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.’”- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 222.


Bacalah Yunus 4:10, 11. Apakah yang diajarkan ayat ini kepada kita tentang tabiat Allah yang bertentangan dengan sifat manusia berdosa? Mengapakah kita harus bergembira sebab Allah, bukan manusia yang menjadi hakim tertinggi kita?


Yunus menyatakan kemarahannya dua kali dalam pasal 4. Ia marah karena Allah mengubah pikiran-Nya dan menyelamatkan lebih dari seratus dua puluh ribu penduduk Niniwe. Ia juga marah karena pohon jarak menjadi layu. Dalam sifat egoisnya, sang nabi ingin diutamakan.
Allah mengajarkan Yunus supaya mengakui persaudaraan umat manusia berdasarkan kebapaan Allah. Sang nabi harus menerima “orang-orang asing” ini sebagai sesama manusianya, walaupun mereka sesat. Bukankah 120.000 orang itu lebih penting dari sebatang pohon jarak?


Baca sekali lagi teguran Tuhan kepada Yunus. Dalam cara apakah Allah dapat menyampaikan sesuatu yang serupa dengan itu kepada kita. Yaitu, seberapa seringkah kita mendapati diri kita lebih peduli pada persoalan-persoalan pribadi kita sendiri, yang banyak di antaranya kadang-kadang sangat sepele, daripada peduli terhadap jiwa yang hilang, bagi siapa Kristus menumpahkan darah-Nya untuk menyelamatkannya?

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG