logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Jumat, 28 Agustus


Jumat, 28 Agustus


Pendalaman: Bacalah Ellen G. White, “Yahudi dan Kafir,” dalam Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 159-170.
“Petrus mengatakan kekagumannya ketika membicarakan kata-kata kebenaran kepada mereka yang telah berkumpul di rumah Kornelius, dia telah menyaksikan bagaimana Roh Kudus yang menguasai para pendengarnya, yaitu orang-orang Kafir demikian juga orang-orang Yahudi. Terang dan kemuliaan yang sama yang telah dipantulkan terhadap orang-orang Yahudi. Yang disunat bersinar juga ke atas muka-muka orang Kafir yang tidak bersunat. Ini adalah nasihat Allah supaya Petrus tidak menganggap ada manusia yang lebih rendah daripada orang lain, karena darah Kristus dapat membersihkan dari semua kenajisan…”

“Pembicaraan Petrus itu telah membawa perkumpulan itu kepada suatu pokok pemikiran di mana mereka dapat mendengar dengan sabar akan pembicaraan Paulus dan Barnabas, yang menghubungakan pengalaman mereka dalam bekerja untuk orang-orang kafir.” – Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 163, 164.


Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan :


1.       Penglihatan Petrus telah dijelaskan sebagai pendukung argumen bahwa hukum makanan di Perjanjian Lama tidak lagi berlaku-khususnya sebagai pembenaran memakan daging haram. Arti penglihatan itu telah dijelaskan oleh Petrus sendiri: “Aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir” (Kisah 10:28). Jadi penglihatan itu bukanlah mengenai makanan melainkan mengenai penerimaan orang lain sebagai anak-anak Allah, tanpa memandang etnis, bangsa, jabatan, atau agama. Tetapi mengapakah orang menggunakan penglihatan ini sebagai argumen mengenai makanan? Apakah yang seharusnya hal ini amarkan kita tentang betapa kita perlu berhati-hati dalam menafsir Kitab Suci?

2.       Renungkanlah Roma 2:14-16. Bagaimanakah seharusnya kita sebagai gereja menghubungkan pemikiran ini dengan misi? Yaitu, jika mereka yang tidak memiliki hukum tertulis, memilikinya dalam hati mereka, mengapa kita perlu berkhotbah kepada mereka?

3.       Dalam pelajaran hari Kamis, kita memperbicangkan tentang musyawarah Yerusalem sebagai contoh untuk gereja sekarang. Baca seluruh kisah tentang musyawarah itu (Kisah 15:1-35). Beberapa hal khusus apakah yang dilakukan menjadi pola bagi gereja sekarang? Misalnya, perhatikan hal-hal seperti: (1) Kesaksian pribadi tentang bersaksi, (2) Peran Injil, (3) Peran Alkitab, (4) Peran misi, dan (5) Bagaimana umat saling berkomunikasi dalam musyawarah.

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG