logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Legenda Cerita Rakyat Pakande

Legenda Pakande, merupakan cerita rakyat yang berasal dari Sulawesi Selatan. "Pakande" dari

namanya, berasal dari  ungkapan "Pakandre-kandre Tau", yang berarti "Pemakan Manusia".

Suatu waktu di Soppeng, sebuah daerah kecil di Sulawesi Selatan, warga desanya didatangi oleh

seorang wanita tua asing yang akhirnya menetap di sana. Seluruh warga tidak mengenal wanita tua

tersebut. Namun, seperti biasa orang yang baru singgah di suatu tempat, wanita tua itu pun disambut

dengan tangan terbuka.

Beberapa saat kemudian, di suatu sore yang tenang di Soppeng, ada seorang ibu berteriak-teriak

histeris mencari keberadaan anaknya. Mendengar itu, para tetangga dan warga lainnya segera

mendatangi ibu itu dan menanyakan apa yang terjadi. Menurut kesaksiannya, dia terakhir melihat

anaknya bermain di halaman rumahnya. Namun, tak lama ketika dia menyadari tidak ada lagi

tanda-tanda keberadaan anaknya bermain, dia berubah menjadi panik. Setelah mencari-cari di sekitar

rumahnya, dan belum juga menemukan buah hatinya, ibu itu menjadi cemas dan histeris.

"Saya sudah menasihatinya berkali-kali, agar tidak bermain terlalu jauh… tapi dia tidak

mendengarkanku," ujar ibu malang itu, seraya sesenggukan menahan tangis.

Mendengar kesaksian yang baru saja ibu itu ceritakan, para warga lalu bersatu melakukan pencarian

di seluruh desa itu. Mereka menyisir tiap tempat untuk menemukan anak yang terpisah dari ibunya

itu. Namun, ketika malam sudah larut dan tidak ada tanda-tanda ditemukannya jejak sang anak,

warga desa pun lalu menyerah. Malam itu, si anak tidak pulang ke rumah ibunya.

Keesokan harinya, warga desa masih berusaha mencari ke mana perginya anak kecil tersebut.

Namun, bagaimana kerasnya mereka berusaha mencari, tidak ada sate jejak pun dari anak itu

ditemukan. Warga desa putus asa, dan berusaha menenangkan sang ibu agar merelakan kenyataan

bahwa anaknya telah hilang entah ke mana.

Ketika warga sudah tak melakukan pencariannya, mereka kemudian dikejutkan lagi oleh suatu

peristiwa yang nyaris sama. Tepat di malam berikutnya, seorang anak dilaporkan hilang oleh

orangtuanya. Saat itu, orangtua tersebut sedang beristirahat dan tertidur pulas di ranjangnya bersama

anak kesayangannya. Namun ketika terbangun, di saat itulah mereka baru menyadari bahwa anak

mereka telah raib.

Melihat kejadian hilangnya anak-anak kecil beberapa hari ini, para warga kemudian semakin cemas.

Mereka lalu berkumpul dan memutuskan untuk meminta pertolongan dari dukun setempat untuk

membantu mencari keberadaan anak-anak itu. Tidak hanya satu, namun beberapa dukun turut serta

mencari dengan kemampuan supranaturalnya. Setelah beberapa saat melakukan ritual, para dukun di

daerah itu lalu berhasil mendapatkan penerawangan yang jelas. Menurut mereka, anak-anak itu telah

diculik oleh wanita tua yang beberapa hari sebelumnya singgah di daerah mereka. Berdasarkan

penerawangan para dukun itu, wanita tua itu adalah seorang siluman yang biasa dikenal dengan

sebutan Nenek Pakande. Mendengar itu, para warga riuh membicarakannya. Sebagian besar dari

mereka cemas, takut, dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi Nenek Pakande tersebut.

Warga Soppeng memang sudah pernah mendengar kesaktian Nenek Pakande, nenek siluman yang

suka memakan manusia terutama anak-anak dan memiliki ilmu yang sangat kuat.

"Nenek Pakande hanya takut dengan raksasa bernama Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Tapi

keberadaan raksasa itu sudah tidak diketahui lagi," kata seorang dukun, berusaha menenangkan

warga desa yang mulai ketakutan.


Tidak ada satu pun warga desa di Soppeng tidak cemas mendengar keberadaan Nenek Pakande di

lingkungan mereka, kecuali seorang pemuda bernama La Beddu. Di tengah-tengah kecemasan para

warga, pemuda pemberani ini muncul dan berusaha memberi ide untuk melawan nenek siluman

pemangsa anak-anak tersebut.

"Tidak ada yang harus ditakuti… semuanya hanya perlu diketahui." Tutur pemuda itu,

mengherankan sebagian besar warga desa yang masih terlalu sulit mengira-ngira maksud dari

kalimatnya.

Melihat kebingungan yang ada di kepala orang-orang yang hadir di situ, La Beddu kemudian

menjelaskan bahwa apabila mereka bersatu, mereka akan dapat mengalahkan Nenek Pakande dan

bahkan membunuhnya, walau tanpa Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Masih terheran-heran

dengan penjelasan La Beddu, mereka lalu diminta menyiapkan alat untuk membajak sawah, sebuah

ember air dengan busa sabun di dalamnya, seekor kura-kura dan belut, selembar kulit rebung yang

sudah kering, dan sebuah batu besar oleh pemuda itu.

Tidak mau terus kebingungan, para warga kemudian mendesak La Beddu menjelaskan apa maksud

dan rencana yang akan dilakukannya. La Beddu kemudian menjelaskan karena raksasa yang ditakuti

oleh nenek siluman itu sudah tidak mungkin membantu mereka, maka La Beddu bersedia untuk

menyamar menjadi raksasa itu untuk menyerang Nenek Pakande. Mereka hanya perlu bersatu untuk

menjebak nenek siluman itu.

Walau masih kebingungan, para warga tetap menyiapkan apa yang diminta oleh La Beddu tanpa

banyak bertanya lagi. Sebagian dari mereka ada yang pergi mencari kura-kura, belut, dan mencari

kulit rebung. Sebagian lagi menyiapkan alat bajak sawah, air busa sabun, dan sebongkah batu besar.

Setelah semua yang dibutuhkan La Beddu telah dikumpulkan warga, pemuda itu kemudian

menjelaskan alasan mengapa semua benda itu diperlukan untuk melawan sang nenek. Menurut La

Beddu, seluruh benda itu bisa memuluskan rencana penyamarannya sebagai seorang raksasa. Air

busa sabun bisa mengelabui nenek siluman itu sebagai air liur raksasa, alat bajak sawah yang

berbentuk sisir raksasa dan kura-kura yang mirip dengan kutu manusia yang berukuran besar tentu

dapat menipu mata Nenek Pakande. Belut, dan batu besar nantinya akan digunakan untuk menyerang

nenek jahat tersebut, dan kulit rebung yang sudah kering dapat membantu agar suaranya terdengar

menggelegar, karena bentuk kulitnya yang mirip dengan terompet.

Mendengar penjelasan La Beddu yang lengkap, membuat semangat dan harapan warga desa

membumbung tinggi. Mereka kemudian menyusun siasat, dan menaruh sebongkah batu besar dan

belut yang tadi disiapkan di depan sebuah rumah panggung. Setelah segalanya telah siap, La Beddu

sang pemuda cerdik itu masuk ke dalam rumah panggung itu untuk bersembunyi. Tak lupa, seorang

anak bayi diletakkan di loteng rumah itu sebagai umpan Nenek Pakande.

Malam pun tiba, suasana saat itu sudah sangat sunyi. Sayup-sayup tangisan bayi terdengar dari

dalam rumah itu. Tak lama setelah itu, Nenek Pakande muncul entah dari mana bersiap memasuki

rumah panggung yang besar asal suara tangisan bayi tersebut.

Nenek Pakande kemudian tergoda dengan aroma tubuh dari sang bayi yang diletakkan di sebuah

kamar lantai atas rumah tersebut. Nenek siluman itu lalu dengan cepat menaiki tangga rumah dan

bergegas menghampiri kamar di mana bayi itu menangis.

Ketika hendak membuka kamar tersebut. Sebuah suara keluar dari dalam rumah panggung itu,

menyapa nenek itu yang sontak terkejut mendengarnya.

"Aku adalah Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale!" sahut suara itu seraya tertawa khas raksasa,

setelah nenek itu menanyakan siapa pemilik suara tersebut.

Walau sudah mendengar itu, Nenek Pakande masih tidak percaya bahwa itu adalah raksasa yang

ditakutinya. Tak lama kemudian, setetes besar air busa sabun menyerupai ludah raksasa membasahi

lantai rumah tersebut. Terdengar lagi suara yang menggelegar itu menanyakan apakah nenek siluman

itu telah mempercayai bahwa raksasa Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale telah berada dalam

rumah itu.

Lagi-lagi, Nenek Pakande ini tidak mempercayai hal itu begitu saja. Melihat nenek siluman itu tidak

mudah untuk dikelabui, La Beddu lalu menjatuhkan lagi alat bajak sawahnya beserta seekor

kura-kura yang tampak seperti sisir raksasa dan seekor kutu yang amat besar. Melihat itu, Nenek

Pakande sontak terkejut dan ketakutan. Dia sadar bahwa raksasa yang selama ini ditakutinya

memang benar merupakan penghuni rumah panggung yang besar ini.

Nenek Pakande yang jahat itu lalu ingin secepatnya meninggalkan rumah itu, dia langsung berlari

menuju pintu keluar rumah itu. Namun, ketika hendak sampai di pintunya, warga desa telah melepas

seekor belut yang membuat nenek siluman itu terpeleset setelah menginjak belut yang licin itu.

Nenek itu lalu terguling-guling jatuh menghantam tangga, dan setelah sampai ke tanah, kepala nenek

itu terbentur dengan batu yang besar yang telah disiapkan di bawahnya.

Nenek Pakande pun terluka parah, kepala dan tubuhnya berdarah. Namun, siasat warga desa belum

berhasil membunuh sang nenek. Nenek itu pun kemudian berdiri kembali dan bergegas

meninggalkan tempat itu dan menghilang dalam kegelapan. ada satu hal yang masih diingat sampai

sekarang, dan itu adalah alasan mengapa Nenek Pakande sampai sekarang masih menjadi urban

legend Sulawesi Selatan. Konon, sebelum meninggalkan tempat itu, Nenek Pakande bersumpah

bahwa suatu hari dia akan kembali lagi, untuk memangsa anak mereka.

Legenda Nenek Pakande merupakan cerita rakyat yang sudah diceritakan turun-temurun sejak lama.

Dari cerita inilah, para orangtua selalu berpesan kepada anaknya agar jangan bermain terlalu jauh

dari rumah terutama ketika hari sudah gelap. Apabila anak-anak mereka tidak mendengarkan nasihat

ini, suatu kali Nenek Pakande akan datang menculik dan memakan mereka.
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG