logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Legenda Tangkuban Perahu

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia

mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu

di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama

Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi

Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.

Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di

hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di

dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai

sasaran.

Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja

dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka

Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.

Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu

mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan

dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka

Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.

Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan

meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa

Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia

muda selamanya.


Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke

kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya

sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan

bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi.

Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya.

Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu

dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hutan.

Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat

kapalanya.

Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia

melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya

kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena

ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.

Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri.

Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya

Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak

disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.

Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi.

Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah

syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka

Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan.

Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua

adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai.

Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan

menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu

mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut.

Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang.

Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan

Dayang Sumbi sebelum fajar.

Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna

merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira

kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa

tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.

Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya

sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air.

Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh

tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG