logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa - Triwulan III 2015, 16 Agustus 2015

Minggu, 16 Agustus


Seorang Perempuan Samaria


Pada zaman Yesus, Israel Purba terbagi dalam tiga provinsi: Galilea, Samaria dan Yudea. Samaria terletak di antara Galilea dan Yudea. Orang Samaria menyembah Allah Israel, tetapi juga menyembah ilah-ilah kafir yang berasal dari tanah asing. Sebagai ladang misi pertama, Samaria itu ideal bagi para rasul karena secara geografis dekat dengan Israel.


Bacalah Yohanes 4:4-30. Apakah yang dapat kita pelajari dari kisah ini tentang bagaimana Yesus bersaksi kepada orang bukan Yahudi? Dalam cara apakah Yesus keluar dari tradisi agar dapat menjangkau wanita ini?


Perempuan Samaria itu waspada, sangat mengetahui sejarah bangsanya, dan ia pun menyampaikan pertanyaan-pertanyaan cerdas. Perempuan itu memimpin  percakapan dengan pertanyaan-pertanyaan dan pertanyaan-pertanyaan perempuan itu hal-hal yang akan bermanfaat bagi kerohanian perempuan itu. Satu-satunya pin di mana Yesus mengubah percapakapan adalah ketika Ia meminta dia membawa suaminya, mengetahui bahwa ia tidaklah menikah tetapi telah bersama-sama dengan beberapa lelaki. Tentu, meminta dia melakukan hal ini membuka jalan bagi Yedus untuk menjangkaunya, betapa tidak nyaman pun itu baginya. Namun, dengan begitu Yesus telah dapat bersaksi padanya dengan cara yang penuh kuasa.

Kita juga jangan melewatkan apa yang terjadi dalam Yoh. 4:27. Para murid heran mengapa Yesus berbicara dengan seorang perempuan asing. Yesus melanggar beberapa kebiasaan Yahudi: Pertama, meminta seorang perempuan Samaria untuk memberi-Nya air minum; kedua, berada sendirian dengan perempuan itu. Di Israel. Seorang laki-laki tidak boleh kedapatan sendirian dengan seorang wanita kecuali wanita itu anggota keluarga. Yesus menuruti adat Yahudi ketika berada di Israel. Namun, di Samaria, Ia berada di luar wilayah Yahudi dan tidak terikat dengan tradisi Yahudi, walaupun, seperti yang kita lihat di lain tempat, Yesus membedakan antara tradisi buatan masnusia daripada perintah atau hukum Allah.


Seberapa jauhkah dari “wilayah nyaman” Anda, Anda rela perdi supaya dapat melayani orang lain? Berapa jauhkah Anda harus pergi ?
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG