logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Senin, 17 Agustus


Senin, 17 Agustus


Seorang Perwira Tentara Romawi


Bacalah Matius 8:5-13 (lihat juga Lukas 7:1-10). Apakah yang cerita ini ajakrkan kepada kita tentang bagaimana perbedaan kebudayaan terbesar sekalipun dapat diterobos demi Injil?


Di Kapernaum, seorang perwira Romawi tingkat centurion (komandan bagi 100 orang), hendak menemui Yesus, Orang Yahudi membenci tentara penjajah Roma, dan banyak orang Roma membenci orang Yahudi. Tetapi walaupun ada perbedaan politik dan budaya yang luas, kita dapat melihat satu jalinan hubungan yang erat disini, antara orang Roma ini dan orang-orang Yahudi.

Dalam catatan Lukas, dikatakan bahwa si perwira mendatangi “tua-tua Yahudi” (Luk. 7:3) meminta mereka mendatangkan Yesus. Dan, cukup mempesona, mereka melakukan tepat begitu, meminta Yesus datang menyembuhkan hamba orang itu. Ayat-ayat itu tidak menyebutkan, tetapi sepertinya mereka mempunyai hubungan yang berbeda dengan Yesus dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin lain.

Sementara itu, perwira itu jelas seorang beriman; perkataaanya kepada Yesus, “Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat. 8:8), adalah suatu kesaksian yang luar biasa tentang percayanya kepada-Nya. Sang perwira “tidak menungggu melihat apakah orang-orang Yahudi sendiri akan menerima Seorang yang akan dimaklumkan menjadi Mesias mereka. Karena sebagai ‘terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia’ (Yoh. 1:9) telah bercahaya padanya, ia telah dapat melihat kemuliaan anak Allah walaupun dari jauh.” – Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5. Hlm. 339.

Sang perwira mengerti dan menghargai kepekaan agama orang Yahudi. Ia tahu bahwa menurut hukum, orang Yahudi tidak diperbolehkan memasuki rumah seorang bangsa lain; maka, ia memohon supaya Yesus melayani dari jauh saja. Hamaba itu sembuh. Iman perwira kafir itu telah dihargai. Yesus menunjukkan bahwa perwira itu adalah suatu bentuk contoh pada hari besar ketika umat dari berbagai penjuru dunia kaan bergabung dengan para leluhur Yahudi dalam pesta perjamuan Mesias.


Apapun lagi yang dapat diangkat dari kisah pemyembuhan ini, dapat dilihat bahwa perbedaan budaya yang luas tidak mampu terus memisahkan orang Yahudi dengan orang Romawi ini. Pelajaran apakah yang dapat kita angkat dari kisah ini tentang bagaimana seharusnya kita belajar sedapat mungkin mengatasi perbedaan-perbedaan budaya apapun (dalam angan-angan hati yang baik) agar dapat menjangkau orang lain?

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG