logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa - Triwulan III 2015, 10 September 2015


Kamis | 10 September


Misi dan Multikulturalisme


“Multikulturalisme” adalah istilah baru, pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1960-an, menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford. Bagi banyak masyarakat Purba, hanya ada dua golongan manusia – kita dan mereka, suku kita dan bukan suku kita. Bagi orang Yunani, semua yang non-Yunani adalah “barbar”. Bagi orang Yahudi, semua yang lain adalah bangsa-bangsa kafir.

Seperti yang sudah kita lihat, keberhasilan misi kepada bukan Yahudi memaksa gereja yang masih bayi dan pemimpin-pemimpinnya menghadapi perpecahan Yahudi/bukan Yahudi. Masalah intinya adalah apakah seroang bukan Yahudi boleh menjadi Kristen tanpa terlebih dahulu menjadi seorang Yahudi.


Bacalah Galatia 2:1-17. Apakah yang terjadi di sini dan bagaimanakah kisah ini menggambarkan, dalam caranya sendiri, tantangan “multikulturalisme” dalam jangkauan keluar dan dalam misi?


“Pada akhirnya, ketika Petrus mengunjungi Antiokhia, dia memenangkan kepercayaan banyak orang oleh perbuatannya yang bijaksana terhadap orang-orang kafir yang bertobat. Untuk suatu saat dia bertindak sesuai dengan terang yang diberikan dari sorga. Sampai sejauh itu dia dapat mengatasi sifat prasangkanya walaupun duduk bersama satu meja dengan orang-orang Kafir yang bertobat. Tetapi ketika orang-orang Yahudi tertentu datang dari Yerusalem yang tekun mengikuti upacara-upacara korban, Petrus mengubah pendiriannya sehingga tidak bijaksana terhadap orang-orang yang bertobat dari kekafiran…Terbukanya rahasia kelemahan daripada sebagian pemimpin yang dihormati dan dicintai itu, memberi suatu kesan yang pahit dalam pikiran orang-orang Kafir yang telah percaya. Sidang telah terancam dengan perpecahan.” – Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 167, 168.

Paulus menghadapi masalah Petrus, dan mengambil pendirian tegas untuk apa yang sekarang ini disebut suatu gereja multikultur. Para petobat asal bukan Yahudi tidak harus menjadi Yahudi supaya menjadi Kristen. Latar belakang Paulus yang rumit sebagai seorang Farisi, siswa dari guru besar Gamaliel, warga negara Roma, seorang fundamentalis penganiaya yang fanatik, dan pada akhirnya seorang petobat dan rasul Yesus Kristus, yang kemudian mampu membedakan antara kemutlakan Ilahi yang tak berubah dan kekal di satu pihak dan kendaraaan budaya serta keagamaan yang bersifat sementara pada pihak lain.


Bagaimanakah Anda membedakan antara apa yang menjadi dasar-dasar iman kita dan apakah pilihan-pilihan budaya, sosial, bahkan pilihan pribadi yang murni?

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG