logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Selasa | 15 September


Selasa | 15 September


Paulus dan Hukum


“Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” (Rm. 3:31). Hukum-hukum manakah yang Paulus bicarakan di sini?


Dalam surat-surat Paulus terjemahan Bahasa Inggris, kata hukum taurat muncul kurang lebih 130 kali, dan dalam kitab Kisah Para Rasul, kira-kira 20 kali. Paulus berusaha suapya para pendengar dan pembaca, apapun latar belakangnya, mengerti bahwa “hukum taurat” mengandung beberapa arti, khususnya bagi orang Yahudi. Hukum seperti Sepuluh Perintah berlaku bagi semua orang di sepanjang masa. Tetapi hukum-hukum yang lain dalam Perjanjian Lama, dan dalam kebudayaan Yahudi, Paulus anggap tidak berlaku lagi untuk orang Kristen.

Dalam tulisan-tulisannya rasul menggunakan kata hukum Taurat secara luas sehubungan dengan aturan-aturan upacara agama, hukum sipil, hukum-hukum kesehatan, hukum-hukum pentahiran. Ia menulis tentang hidup “di bawah hukum Taurat” (Rm. 3:19) dan tentang hidup “dibebaskan dari hukum Taurat” (Rm. 7:6). Ia menggambarkan suatu “hukum dosa” (Rm. 7:25) tetapi juga “Taurat [yang] adalah kudus” (Rm. 7:12). Bagi orang-orang bukan Yahudi ucapan-ucapan itu agak membingungkan, tetapi bagi umat asal Yahudi yang dibesarkan dalam kebudayaan Yahudi, konteksnya menjelaskan hukum mana yang dimaksud.


Bacalah Roma 13:8-10; Roma 2:21-24; 1 Korintus 7:19; Efesus 4:25, 28; 5:3; 6:2. Bagaimanakah ayat-ayat ini membantu kita mengerti bahwa hukum moral Allah, Sepuluh Perintah, tidaklah ditiadakan di salib?


Paulus menyadari bahwa hukum-hukum upacara, yang merinci bagaimana seseorang menghampiri Allah mellaui keimamatan, Bait Suci orang Ibrani, persembahan-persembahan dan korban, tidak lagi berlaku setelah penyaliban. Hukum-hukum itu telah menyelesaikan tugasnya pada waktunya, tetapi sekarang tidak diperlukan lagi. (Poin ini menjadi jelas sekali setelah Bait Suci dihancurkan).

Tetapi lain halnya dengan hukum moral yang disampaikan dengan Sepuluh Perintah, Dalam surat-suratnya, Paulus mengutip beberapa dari Sepuluh Hukum dan menyinggung yang lainnya sebagai tuntutan etika universal bagi semua orang, orang Yahudi ataupun bukan Yahudi. Setelah menulis menentang praktik dosa, Paulus tidak pernah mengurangi sedikitpun hukum yang mendefinisikan apa artinya dosa itu. Hal itu akan memberi arti yang sama dengan mengatakan kepada seseorang supaya jangan melebihi kecepatan maksimum, dan pada waktu yang sama mengatakan juga bahwa rambu-rambu batas kecepatan sudah tidak berlaku.

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. NONTON BOKEP, DOWNLOAD BOKEP, STREAMING BOKEP - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger jasa seo | Created By ThemeXpose | viagra | | mebel jepara | alat bantu sex | produk moment service sofa bandung | vimax jasa seo | jasa seo medan vimax tukang taman surabaya | mebel jepara jual bambu medan mebel jepara SERVICE SOFA BANDUNG | perangsang wanita JASA SEO VIMAX ASLI OBAT PEMBESAR PENIS JUAL OBAT ABORSI OBAT PEMBESAR PENIS OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN OBAT KUAT VIAGRA OBAT KENCING NANAH VIMAX ASLI Obat pembesar hammer of thor OBAT PEMBESAR PENIS Hammer of Thor Hammer of Thor service sofa bandung TUKANG TAMAN SURABAYA VIMAX RENTAL MOBIL MEDAN TUKANG TAMAN SURABAYA RENTAL MOBIL MANADO TOKO BUNGA BANDUNG